Dominoqq – Banyak sekali orang yang tidak mengetahui pasal atau hukum negara yang telah menegaskan peraturan larangan judi di Indonesia, termasuk dalam peraturan perundang-undangan, termasuk dalam UU KUHP dan UU ITE. Jadi, tetap saja masih banyak pelaku yang melanggar dan tetap saja melakukan tindak pidana perjudian tersebut.

Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk anggapan-anggapan salah yang dimiliki oleh para pemain judi itu sendiri. Orang-orang yang tetap melakukan permainan judi tentu saja sama sekali tidak mengindahkan larangan tegas yang sudah diberlakukan secara resmi oleh pemerintah Indonesia, itulah mengapa semua lapisan masyarakat harus turut serta dalam membentuk ketertiban bersama agar kehidupan bisa menjadi aman dan tentram.

Anggapan Pertama

Anggapan pertama yang dimiliki oleh para pemain adalah; bahwa permainan judi merupakan salah satu cara cepat untuk mendapatkan uang, padahal anggapan tersebut merupakan anggapan yang salah. Permainan judi bukan merupakan cara cepat untuk mendapatkan uang, melainkan merupakan cara yang tidak bijak yang hanya mengandalkan keberuntungan. Selain itu, kemungkinan menang dalam permainan judi juga hanya sangat kecil.

Anggapan Kedua

Anggapan kedua yang dimiliki oleh para pemain adalah; jika permainan judi mempunyai peluang keberuntungan lebih besar sehingga peghasilan yang akan mereka dapatkan akan lebih besar dibandikan ketika mereka bekerja. Padahal, anggapan tersebut sangat salah, karena pada hakikatnya, permainan judi bisa mendatangkan keerugian besar bagi para pemainnya. Sebaliknya, bekerja tidak mungkin membuat mereka rugi, tapi mendapatkan penghasilan.

Dua anggapan di atas merupakan contok anggapan salah yang biasa dimiliki oleh para pemain judi. Hal tersebut bisa disebabkan oleh pengaruh yang diberikan oleh pemain lain ataupun kurangnya wawasan yang dimiliki oleh orang tersebut, sehingga ia bisa terjerumus ke dalam jalan pemikiran yang tidak benar.

Undang-Undang yang Melarang Permainan Judi

Larangan permainan judi dalam undang-undang yang pertama ada dalam pasal 303 ayat 1 UU KUHP, pasal tersebut berisi tentang konsekuensi atau hukuman yang harus dijalani oleh para pemain judi, yakni dikurung aau dipenjara. Hukuman tersebut paling lama sepanjang 4 tahun, dan jika dimonimalkan dengan menggunakan denda, maka harus membayar sebanyak 1 jura rupiah. Wah, daripada harus memaayar denda,lebih baik tidak berjudi saja.

Pasal tersebut berlaku bagi siapa saja yang dengan sengaja melanggar peraturan tersebut, selain itu juga berlaku bagi yang turut serta dalam sebuah permainan judi yang diadakan di pinggiran jalan atau tempat lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda benaar-benar menjaga diri Anda supaya tidak terlibat dalam tindak pidana perjudian yang bisa menyebabkan Anda mendapatkan hukuman 4 tahun penjara tersebut.

Larangan Perjudian Online

Menjamurnya jenis permainan judi dominoqq saat ini bukanlah menjadi hal yang baru lagi, apalagi jika teknologi telah semakin canggih dan mengalami kemajuan yang sangat pesat. Bahkan kemajuan teknologi mampu mendahului kemajuan pola piker yang dimiliki oleh manusia sebagai penciptanya. Hal tersebut merupakan salah satu sebab munculnya berbagai macam sistem dan cabang dalam permainan judi.

Salah satu jenis atau cabang sistem permainan judi adalah sistem permainan judi online, jadi, para pemain hanya perlu menggunakan situs yang sudah tersedia untuk bermain judi saja. Namun, pada hakekatnya, hukum permainan judi online dengan hukum permainan judi offline adalah sama. Permainan judi online juga ternyata telah dilarang dalam UU ITE di Indonesia, tapi nyatanya, masih banyak yang melanggarnya.

Larangan perjudian online telah diatur dengan tegas dalam UU ITE pasal 27 ayat 2, di mana telah ditegaskan jika semua orang yang ikut serta dalam permainan judi dan proses pendistribusian data akan mendapatan hukuman. Jadi, walaupun hanya menjadi seorang bandar pun tetap akan mendapatkan hukuman atas tindakannnya, meski tidak ikut memainkan permainan judi online tersebut.

Bagi yang melanggar UU ITE tersebut, akan mendapatkan hukuman sesuai dengan yang tertera dalam pasal 25 ayat 2 UU no 19 tahun 2016, di mana agi orang yang termasuk dalam kategori UU ITE tersebut akan mendapatkan hukuman pidana berupa penjara selama maksimal 6 tahun dan denda paling besar sebanyak1 milyar. Sungguh sangat merugikan sekali jika sampai terjerat pidana tersebut, apalagi jika harus membayar denda yang sangat besar tersebut.

Undang-undang di atas tidak hanya melarang permainan judi dengan menggunakan kartu saja, melainkan juga melarang semua jenis permainan yang mengandung unsur pertaruhan di dalamnya. Nah, yang namanya taruhan sudah barang tentu hanya menggantungkan nasib pada peruntungan dalam permainan saja, dan hal tersebut telah termasuk dalam kategori permainan judi.

Selain melanggar peraruran perundang-undangan yang di antaranya sudah tertera di atas, permainan judi juga akan akan merugikan diri para pemainnya. Oleh karenanya, peraturan perundang-undangan pada akhirnya melarang dengan tegas semua jenis tindak pidana perjudian yang juga melangggar norma keagamaan yang telah mengakar di dalam masyarakat, ermasuk perjudian online maupun offline.

Larangan permainan judi dalam undang-undang seharusnya membuat setiap orang menjadi jera dan enggan melakukan permainan judi, tapi tetap saja, di dunia ini tidak mungkin semua orang memiliki sifat baik. Jadi, tetap saja masih ada orang melakukan pelanggaran terkait hukum larangan judi tersebut. Padahal, sudah jelas-jelas jika permainan judi itu sangat merugikan dari berbagai segi, termasuk secara materi.

Larangan permainan judi dalam undang-undang di Indonesia sudah diatur degan sangat tegas, baik larangan perjudian secara online maupun offline. Larangan tersebut sudah tertera dalam UU KUHP maupun UU ITE, termasuk konsekuensi atau hukuman pidana yang harus dijalani bagi yang melanggar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *