Inilah Pasal-Pasal yang Mengatur Pelarangan Permainan Judi di Indonesia

Betbandarqq – Siapa sih yang mengetahui permainan judi? Pastinya setiap orang pasti sudah tidak asing lagi ketika mendengar permainan taruhan yang satu ini. Hal ini dikarenakan permainan judi sudah populer sejak zaman masa kolonial, dimana pada saat itu orang-orang berbondong-bondong menuju ke suatu arena permainan dengan harapan bisa mendapatkan sebuah keuntungan secara instan.

Permainan judi pada saat itu sangat beragam mulai dari permainan judi kartu, domino, judi dadu, dan yang lainnya. Apalagi ditambah dengan kondisi saat ini yang mana perkembangan internet sangat berkembang dengan pesat. Akibatnya, banyak sekali situs judi online yang bisa diakses oleh para pemain. Sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa sampai saat ini permainan judi masih tetap eksis suatu permainan taruhan yang diminati oleh banyak orang.

Namun tahukah Anda bahwa ada beberapa aturan mengenai pelarangan permainan judi betbandarqq di Indonesia. Ya, peraturan ini diawali dengan adanya sebuah Keputusan Presiden yang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1965. Dalam keputusan presiden ini dijelaskan bahwa permainan judi ini tergolong kepada suatu perbuatan yang akan merusak moral bangsa. Kemudian tidak berselang lama, keluarlah suatu undang-undang yang mengatur tentang penertiban perjudian dalam UU No. 7 Tahun 1974.

Nah supaya lebih jelas dalam ulasan kali ini kita akan membahas mengenai pasal-pasal yang mengatur pelarangan permainan judi di Indonesia. Berikut ini merupakan ulasannya untuk Anda!

Pasal 1 dan 2 UU No. 7 Tahun 1974

­Undang-Undang No. 7 Tahun 1974 merupakan sebuah UU tentang pelarangan permainan judi di Indonesia yang pertama kali ditetapkan oleh pemerintah. Dalam undang-undang ini terdapat dua pasal yang mengatur masalah permainan judi, diantaranya yaitu:

Pasal 1

Dalam pasal 1 yang tercantum dalam UU No. 7 Tahun 1974 menyatakan bahwa segala apapun bentuk perjudian merupakan suatu kejahatan.

Pasal 2

Pelarangan permainan judi di Indonesia ini pun tercantum dalam pasal 2 ayat (1) UU No. 7 Tahun 1974 menyatakan tentang perubahan hukum pidana pada pasal 303 ayat (1) yang akan diterima oleh pelaku, dimana awalnya pada pasal 303 ayat (1) ini hukum pidana yang ditetapkan oleh pemerintah bagi mereka yang melanggar akan dipenjara paling lama 2 tahun 8 bulan. Kemudian diubah menjadi kurungan penjara selama 10 tahun dengan denda sebanyak 25 juta rupiah.

Pasal 2 ayat (2) UU No. 7 Tahun 1974 ini pun menyatakan bahwa adanya perubahan hukum pidana pada pasal 542 ayat (1). Dari awalnya hukum pidana yang ditetapkan selama satu bulan saja dan denda sebanyak empat puluh ribu lima ratus rupiah menjadi hukum pidana penjara selama 4 tahun dengan denda paling banyak 10 juta rupiah.

Perubahan hukum pidana tentang pelarangan permainan judi di Indonesia ini pun dicantumkan dalam pasal 2 ayat (3) UU No. 7 Tahun 1974 yang menyatakan perubahan hukuman pidana pasal 542 ayat (1) dari kurungan penjara selama 3 bulan dan denda sebanyak tujuh ribu lima ratus rupiah menjadi kurungan penjara selama 4 tahun dan denda sebanyak 15 juta rupiah.

Kemudian pada pasal 2 ayat (4) UU No. 7 Tahun 1974 yang menyatakan perubahan sebutan pasal 542 yang diubah ke dalam UU KUHP pasal 303 bis.

Pasal 303 bis KUHP

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pelarangan permainan judi di Indonesia ini telah diatur dalam pasal 303 bis KUHP yang merupakan suatu perubahan dari pasal sebelumnya yaitu pasal 542. Pasal ini terdiri dari 2 ayat, diantaranya yaitu:

Ayat 1

Pada pasal 303 bis KUHP ayat 1 menjelaskan bahwa bagi siapa saja yang menggunakan suatu kesempatan untuk bermain judi baik itu permainan yang dilakukan di jalanan umum maupun pinggir jalanan umum maka akan dijerat oleh pasal ini dengan ancaman penjara selama 4 tahun dan denda paling banyak 10 juta rupiah.

Ayat 2

Pasal 303 bis KUHP ayat 2 menyatakan bahwa siapapun yang melanggar kembali peraturan mengenai pelarangan permainan judi di Indonesia ini selama kurang dari dua tahun maka akan dikenakan sanksi kembali dengan kurungan penjara lebih lama yaitu 6 tahun dan denda sebanyak 15 juta rupiah.

UU ITE Pasal 27 Ayat (2)

Hadirnya Undang-Undang ITE pasal 27 ayat (2) ini merupakan suatu peraturan yang diupayakan oleh pemerintah karena maraknya permainan judi online. Adapun isi dari pasal 27 ayat (2) yaitu bagi setiap orang yang sengaja memberikan informasi mengenai dokumen-dokumen yang memiliki unsur perjudian maka akan dijerat oleh pasal yang satu ini. Adapun untuk hukuman pidana yang akan diberikan kepada para pelaku judi online yaitu pasal 45 ayat (1) yang tercantum dalam UU ITE dengan kurungan penjara selama 6 tahun dan denda sebanyak 1 miliar rupiah.

Namun perlu Anda ketahui bahwa pelarangan permainan judi di Indonesia yang diatur dalam UU ITE ini masih banyak memiliki kendala. Hal ini dikarenakan undang-undang yang satu ini masih tergolong baru diresmikan yaitu pada tahun 2008. Selain itu, dalam hal penumpasannya pun tergolong cukup sulit karena para pelaku semakin cerdas dalam memainkan permainan judi secara online ini dengan didukung oleh perkembangan teknologi yang semakin canggih.

Itulah ulasan mengenai pasal-pasal yang berhubungan dengan pelarangan permainan judi di Indonesia. Semoga bermanfaat

Larangan Permainan Judi Dalam Undang-Undang

Dominoqq – Banyak sekali orang yang tidak mengetahui pasal atau hukum negara yangtelah menegaskan peraturan larangan judi di Indonesia, termasuk dalam peraturan perundang-undangan, termasuk dalam UU KUHP dan UU ITE. Jadi, tetap saja masih banyak pelaku yang melanggar dan tetap saja melakukan tindak pidana perjudian tersebut.

Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk anggapan-anggapan salah yang dimiliki oleh para pemain judi itu sendiri. Orang-orang yang tetap melakukan permainan judi tentu saja sama sekali tidak mengindahkan larangan tegas yang sudah diberlakukan secara resmi oleh pemerintah Indonesia, itulah mengapa semua lapisan masyarakat harus turut serta dalam membentuk ketertiban bersama agar kehidupan bisa menjadi aman dan tentram.

Anggapan Pertama

Anggapan pertama yang dimiliki oleh para pemain adalah; bahwa permainan judi merupakan salah satu cara cepat untuk mendapatkan uang, padahal anggapan tersebut merupakan anggapan yang salah. Permainan judi bukan merupakan cara cepat untuk mendapatkan uang, melainkan merupakan cara yang tidak bijak yang hanya mengandalkan keberuntungan. Selain itu, kemungkinan menang dalam permainan judi juga hanya sangat kecil.

Anggapan Kedua

Anggapan kedua yang dimiliki oleh para pemain adalah; jika permainan judi mempunyai peluang keberuntungan lebih besar sehingga peghasilan yang akan mereka dapatkan akan lebih besar dibandikan ketika mereka bekerja. Padahal, anggapan tersebut sangat salah, karena pada hakikatnya, permainan judi bisa mendatangkan keerugian besar bagi para pemainnya. Sebaliknya, bekerja tidak mungkin membuat mereka rugi, tapi mendapatkan penghasilan.

Dua anggapan di atas merupakan contok anggapan salah yang biasa dimiliki oleh para pemain judi. Hal tersebut bisa disebabkan oleh pengaruh yang diberikan oleh pemain lain ataupun kurangnya wawasan yang dimiliki oleh orang tersebut, sehingga ia bisa terjerumus ke dalam jalan pemikiran yang tidak benar.

Undang-Undang yang Melarang Permainan Judi

Larangan permainan judi dalam undang-undang yang pertama ada dalam pasal 303 ayat 1 UU KUHP, pasal tersebut berisi tentang konsekuensi atau hukuman yang harus dijalani oleh para pemain judi, yakni dikurung aau dipenjara. Hukuman tersebut paling lama sepanjang 4 tahun, dan jika dimonimalkan dengan menggunakan denda, maka harus membayar sebanyak 1 jura rupiah. Wah, daripada harus memaayar denda,lebih baik tidak berjudi saja.

Pasal tersebut berlaku bagi siapa saja yang dengan sengaja melanggar peraturan tersebut, selain itu juga berlaku bagi yang turut serta dalam sebuah permainan judi yang diadakan di pinggiran jalan atau tempat lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya Anda benaar-benar menjaga diri Anda supaya tidak terlibat dalam tindak pidana perjudian yang bisa menyebabkan Anda mendapatkan hukuman 4 tahun penjara tersebut.

Larangan Perjudian Online

Menjamurnya jenis permainan judi dominoqq saat ini bukanlah menjadi hal yang baru lagi, apalagi jika teknologi telah semakin canggih dan mengalami kemajuan yang sangat pesat. Bahkan kemajuan teknologi mampu mendahului kemajuan pola piker yang dimiliki oleh manusia sebagai penciptanya. Hal tersebut merupakan salah satu sebab munculnya berbagai macam sistem dan cabang dalam permainan judi.

Salah satu jenis atau cabang sistem permainan judi adalah sistem permainan judi online, jadi, para pemain hanya perlu menggunakan situs yang sudah tersedia untuk bermain judi saja. Namun, pada hakekatnya, hukum permainan judi online dengan hukum permainan judi offline adalah sama. Permainan judi online juga ternyata telah dilarang dalam UU ITE di Indonesia, tapi nyatanya, masih banyak yang melanggarnya.

Larangan perjudian online telah diatur dengan tegas dalam UU ITE pasal 27 ayat 2, di mana telah ditegaskan jika semua orang yang ikut serta dalam permainan judi dan proses pendistribusian data akan mendapatan hukuman. Jadi, walaupun hanya menjadi seorang bandar pun tetap akan mendapatkan hukuman atas tindakannnya, meski tidak ikut memainkan permainan judi online tersebut.

Bagi yang melanggar UU ITE tersebut, akan mendapatkan hukuman sesuai dengan yang tertera dalam pasal 25 ayat 2 UU no 19 tahun 2016, di mana agi orang yang termasuk dalam kategori UU ITE tersebut akan mendapatkan hukuman pidana berupa penjara selama maksimal 6 tahun dan denda paling besar sebanyak1 milyar. Sungguh sangat merugikan sekali jika sampai terjerat pidana tersebut, apalagi jika harus membayar denda yang sangat besar tersebut.

Undang-undang di atas tidak hanya melarang permainan judi dengan menggunakan kartu saja, melainkan juga melarang semua jenis permainan yang mengandung unsur pertaruhan di dalamnya. Nah, yang namanya taruhan sudah barang tentu hanya menggantungkan nasib pada peruntungan dalam permainan saja, dan hal tersebut telah termasuk dalam kategori permainan judi.

Selain melanggar peraruran perundang-undangan yang di antaranya sudah tertera di atas, permainan judi juga akan akan merugikan diri para pemainnya. Oleh karenanya, peraturan perundang-undangan pada akhirnya melarang dengan tegas semua jenis tindak pidana perjudian yang juga melangggar norma keagamaan yang telah mengakar di dalam masyarakat, ermasuk perjudian online maupun offline.

Larangan permainan judi dalam undang-undang seharusnya membuat setiap orang menjadi jera dan enggan melakukan permainan judi, tapi tetap saja, di dunia ini tidak mungkin semua orang memiliki sifat baik. Jadi, tetap saja masih ada orang melakukan pelanggaran terkait hukum larangan judi tersebut. Padahal, sudah jelas-jelas jika permainan judi itu sangat merugikan dari berbagai segi, termasuk secara materi.

Larangan permainan judi dalam undang-undang di Indonesia sudah diatur degan sangat tegas, baik larangan perjudian secara online maupun offline. Larangan tersebut sudah tertera dalam UU KUHP maupun UU ITE, termasuk konsekuensi atau hukuman pidana yang harus dijalani bagi yang melanggar.